• Customer Gallery
  • For Rent
  • Custom project inquiry
  • Learn More
  • My account

Qanba Obsidian 2 vs Sapphire – Beda Feel, Beda Gaya Main

Bagi komunitas fighting game, Qanba bukan nama asing. Brand asal Tiongkok ini sudah lama jadi pilihan para pemain turnamen karena build-nya yang tangguh dan konsistensi kualitasnya.
Tapi kini, dengan munculnya Qanba Sapphire, pemain punya dua arah berbeda untuk dipilih: Obsidian 2 yang tetap mengandalkan joystick tradisional, atau Sapphire yang masuk ke dunia leverless controller.
Keduanya sama-sama premium, tapi rasa bermain dan pendekatannya benar-benar berbeda.


Obsidian 2: The Classic Powerhouse

Qanba Obsidian 2 adalah penerus dari seri Obsidian yang legendaris — dan masih mempertahankan DNA yang disukai banyak pemain arcade klasik.
Dengan Sanwa Denshi joystick dan tombol asli Jepang, input terasa akurat, tactile, dan punya “perlawanan” yang khas.

Body-nya besar dan kokoh, memberi stabilitas maksimal saat digunakan di turnamen atau latihan intens.
Layout-nya pun masih familiar buat pemain yang sudah terbiasa main di arcade cab tradisional.

Obsidian 2 juga membawa beberapa upgrade dibanding versi sebelumnya, seperti port USB-C, tombol macro yang lebih responsif, dan pencahayaan RGB yang bisa dikustomisasi.
Untuk banyak pemain, Obsidian 2 adalah definisi true arcade feel dalam bentuk modern.


Sapphire: Representasi Era Baru

Berbeda 180 derajat dari Obsidian 2, Qanba Sapphire hadir untuk menjawab tren baru di dunia fighting game: leverless controller.
Layout-nya full-button — semua input arah digantikan tombol, mirip seperti hitbox.
Tujuannya? Kecepatan dan presisi.

Tanpa tuas joystick, pemain bisa menekan kombinasi arah jauh lebih cepat dan akurat.
Selain itu, secara ergonomis leverless dianggap bisa mengurangi kesalahan input atau ketegangan di pergelangan tangan, terutama untuk sesi latihan jangka panjang.

Dari sisi desain, Sapphire juga tampil lebih futuristik: casing transparan dengan nuansa biru gelap, body ringan tapi solid, dan finishing yang terasa premium.
Kalau Obsidian 2 seperti muscle car klasik, Sapphire ini lebih seperti sports car modern — cepat, ringkas, dan efisien.


Mana yang Lebih Cocok Buat Kamu?

Kalau kamu tipe pemain yang tumbuh dengan joystick tradisional, atau suka sensasi mekanik saat melakukan input, maka Qanba Obsidian 2 masih sulit dikalahkan.
Joystick-nya terasa natural untuk eksekusi gerakan seperti quarter circle atau DP motion, dan layout-nya cocok untuk hampir semua game fighting — dari Tekken hingga Street Fighter.

Tapi jika kamu penasaran mencoba gaya bermain baru, atau ingin meningkatkan efisiensi input, Qanba Sapphire menawarkan pengalaman yang benar-benar berbeda.
Leverless layout memungkinkan input secepat mungkin — ideal untuk pemain yang fokus pada timing dan precision execution, seperti di Street Fighter 6, Guilty Gear Strive, atau Mortal Kombat 1.

Pada akhirnya, keduanya bukan soal siapa yang “lebih baik”, tapi siapa yang lebih cocok dengan gaya bermain kamu.
Qanba berhasil menghadirkan dua arah evolusi yang sama kuat — satu menjaga akar klasik, satu membuka bab baru untuk masa depan fighting game.


🔗 Related Articles

  • Qanba Sapphire: Langkah Baru Qanba ke Dunia Leverless Controller

  • Qanba Titan dan Evolusi Desain Stick Modern

  • Leverless vs Joystick: Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Cocok Buat Kamu?